Sebuah Perjalanan Panjang
Panta rhei. Pertama kali saya mendengar ungkapan tersebut sudah sangat lama––bertahun-tahun yang lalu.
Ini adalah pengumpul blog tetangga (blog aggregator) yang bertujuan untuk memudahkan Muhammad Zamroni membaca tulisan di beberapa blog.
Panta rhei. Pertama kali saya mendengar ungkapan tersebut sudah sangat lama––bertahun-tahun yang lalu.
Di dapur, saya membaca kembali isu lama tentang kehendak bebas.
Halo, teman-teman semua! Tulisan kali ini akan berbeda dari tulisan-tulisan sebelumnya.
Rekonstruksi Berdasarkan Arsip dan Kesaksian Pelaku, 1975–1976 Koran Salemba lahir dari program kerja Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM UI), khususnya Biro Penerangan.
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti.
Semakin tua, aku merasa semakin mudah terpantik akan kenangan-kenangan indah yang pernah hadir di masa silam.
IlustrasiUntuk pertama kalinya, saya akhirnya mencoba makan di sebuah warung soto bening yang cukup terkenal dan viral.
Kasus sudah di MK, masa sih pemerintah kudu cawé-cawé?
Kemarin sore, seusai menjemput Biyya, saya berjalan kaki dari rumah ke jalan raya, tempat penjual gorengan membuka lapak.
Wantimpres wajib memberikan pertimbangan kepada presiden, diminta maupun tidak.
Berawal dari rasa penasaran akan film klasik dan film animasi berbagai era dari beragam negara, linimasa YouTube ku pun berubah.
Teh kimpulUapnya mengepulRasanya manis dan kecutSedap diseruput.
Siapa pun yang dirugikan pemerintah berhak menuntut keadilan, termasuk minta ganti rugi.
Repot jika lembaga pemerintah harus mengungkapkan whistleblower dan informan yang membocorkan kebusukan.
Saya membaca tulisan sahabat saya, Garuda Sugardo, di Facebook tentang kembalinya "orang Telkom" menjadi nakhoda Telkom.
Bulan baru aku diberi kejutan tagihan listrik yang meningkat.
Memasuki hari terakhir Pemilihan Ketua Presidium Perkumpulan Alumni Kolese De Britto 2026 – 2030, sebagai ketua KPU, baiklah aku membuat catatan tentang kedua caopres, Alvon dan Hengki.
Ada yang bilang, satu foto bisa lebih lantang daripada seribu kata.
Abiyu Rafi, pesenam Indonesia saat tampil di PON Papua.
Masa sih wapres bilang begitu? Ya, bener. Asli. Tenan.
Kalau mau sok canggih, buatlah mockup pakai printer 3D.
"Ini gorengan apa ya? " Tanyaku sambil menunjukkan gorengan berbentuk bundar dengan kulit tipis keemasan.
Demokrasi tak berarti setiap kelompok boleh semaunya dengan mengganggu kebebasan pihak lain.
Read More "on my blog www.wordsofthedreamer.com
Karena keracunan MBG terus terjadi, sebaiknya ada pos khusus anggaran untuk keracunan, di luar pos belanja tak terduga.
Di pagi buta, saya telah memacu motor ke depan MAN 1, tempat seorang ibu berjualan nasi kuning dan jagung.
Ada satu fase dalam hidup ketika kita ingin pergi, tapi bukan untuk lari dari kenyataan ya.
Throwback Story ~ November 2025. Ipoh itu terkenal dengan kopi Terutama white coffee Sampai ada tuh produk white coffee nya yang terkenal banget, Old Town White Coffee Dan memang white coffee ini paling famous yaa di Ipoh.
Lelaki sebagai pencari nafkah utama, bahkan pada zaman purba, tak sepenuhnya benar.
Masalah domestik diumumkan kepada publik sebagai lelucon.
Bayi kucing tiga mingguan yang tersesat di gudang itu akhirnya kutemukan.
Memprihatinkn. Lalu? Bikin aja forum apa, bukan seminar, tampilkan para pelaku yang dikasih topeng, kenapa mereka ikut geng pelajar brutal.
kadang kalau sudah menggebu-gebu untuk beli barang online, sudah tidak terlalu banyak waspada dan ketelitiannya.
Salah satu jejak Guruh Soekarno Putra adalah lirik bergaya arkais.
Malam terang bulan, aku mendengarkan "Moonlight Sonata" sambil kelimpungan mencari bayi kucing dua.
Ilustrasi. - detik. comSaat ini, penjual makanan serba 210 ribu seakan menjamur di berbagai kota.
Kini sebagai korban janganlah mereka dijadikan lelucon.
Kalau junjungannya keras kepala alias endhas atos dan ndableg, pengikut dan pemujanya juga.
Misalnya tanpa kata kunci pada kalimat penutup, apakah AI hari ini langsung paham, begitu pun para Indonesianis di luar negeri?
Seusai doa yang dipanjatkan oleh Pak Fauzan, saya dan Pak Budi berfoto bersama.